Jasa Kami

Fabrikasi

construction1

Kami memiliki manpower dengan keahlian yang andal dan telah menangani berbagai proyek Konstruksi Baja di berbagai daerah di Indonesia. Kami mampu melakukan fabrikasi di Workshop maupun Site dan memiliki alat yang komplit.

Beberapa pekerjaan yang pernah kami tangani adalah fabrikasi struktur baja gudang, workshop, bandara, overhead crane, gantry crane, pipe rack, jembatan rangka, dll. Proses fabrikasi dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman sehingga dapat meminimalisir kesalahan fabrikasi yang mengakibatkan repair atau rework.

Secara umum pelaksanaan fabrikasi dilakukan dengan beberapa proses yang direncanakan sesuai tahapannya, berikut adalah tahapan proses fabrikasi :

  1. Proses Marking (Penanandaan)

    Yaitu proses pengukuran dan pembentukan “tanda” pada semua item material yang akan di fabrikasi berdasarkan shop drawing, proses markingpun biasanya di sesuaikan dengan cutting plan dan fabrikasi drawing. Proses marking dapat berupa pemberian tanda garis perpotongan, nomor identifikasi, ataupun pada proses pengeboran plat untuk lubang baut, diameter lubang baut, sampai pada jumlah lubang baut, proses pelubangan biasanya selalu terjadi pada bahan baku baja profil. Pemberian tanda biasanya menggunakan kapur, atau spidol untuk besi.

  2.  Proses Cutting (Pemotongan)

    Pemotongan adalah tahapan pekerjaan membagi – bagi bahan baku profil dan pelat baja sesuai dengan tanda potong yang telah ditetapkan pada proses penandaan (marking), tentu proses ini menganadalkan drawing sebagai guide, biasanya cutting list adalah guide para operator cutting untuk menentukan bagian mana dari plat atau profile yang harus dipotong. Pemotongan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:

    Mesin Cutting
    • Pemotongan dengan Mesin Potong Hidrolik : Mesin gunting hidrolik menggunakan tenaga power supply tenaga hidrolik.
    • Pemotongan dengan menggunakan oxy flame cutting : Pemotongan dengan menggunakan oxy flame cutting adalah proses dimana pemotongan terjadi karena adanya reaksi antara oksigen dan baja.
    • Pemotongan dengan menggunakan CNC cutting : CNC cutting merupakan mesin perkakas potong otomatis yang dilengkapi dengan sistem mekanik dan kontrol berbasis komputer.
  3. Proses Drilling (Pengeboran)

    Dalam setiap rangka structure baja, pasti di temukan lubang baut yang akan di gunakan untuk proses erection di site. Proses pelubangan baut itu bisa di sebut dengan proses pengeboran. Diameter lubang biasanya adalah ukuran standar, di sesuaikan dengan ukuran baut yang akan di gunakan.

  4. Proses Assembling (Penyetelan)

    Proses assembling adalah proses penyetelan & perakitan material yang dikenal dengan istilah “las titik” atau “teck weld” fitter melakukan proses fit up sebelum material tersebut dirakit secara permanent dengan cara welding oleh seorang welder. Pengelasan titik ini sangat penting untuk mengunci hasil dari sebuah penyetelan. Baik dalam rangka  plate, profil atau pun pipa agar tidak adanya sebuah pergerakan ketika melakukan next step pada proses pengelasan.

  5. Proses Welding (Pengelasan)

    Proses pengelasan adalah proses menyambung dua bagian logam dengan menggunkan energi panas, dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dan menghasilkan sambungan yang berkelanjutan serta permanent.

    Mutu dari hasil pengelasan, bergantung pada keahlian operator atau tukang las itu sendiri, operator pengelasan biasa di pangil dengan sebutan “Welder”. Cara mengelas yang buruk dapat mengakibatkan kerusakan fatal baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, mulai dari kasus sederhana seperti pipa ledeng yang bocor ataupun ke hal-hal yang lebih fatal seperti runtuhnya bangunan berkonstruksi baja yang menggunakan bahan yang di las. Tidak heran jika quality dalam proses pengelasan menjadi perhatian utama oleh para inspector QC team.

  6. Proses QC Check (Pengecekan Kualitas)

    QC Check adalah suatu kegiatan inspeksi terhadap suatu produk, apakah produk itu baik atau rusak, serta penentuan apakah produk tersebut diterima atau tidak berdasarkan dari metode pekerjaan & standard yang sudah ditentukan dalam prosedure. Proses Inspeksi mencakup pengukuran material, part-part, bentuk, presisi, ukuran, proses welding yang hasilnya harus sama dengan standard (drawing, JIS dsb). Pengukuran bisa bersifat dimensional dan presisi (vernier caliper, micrometer) pengujian properties (hardness serta komposisi kimia) atau sensory (noise check , visual check : noda dan crack). Jika produk tidak sesuai dengan qualitas, maka sebelum produk di repair, produk akan di berikan status hold, prioritas untuk team repaire mengerjakan produk yang di hold terlebih dahulu.

    Proses inspeksi di bagi atas testing dan inspeksi :

    • Testing (Pengujian) adalah pelaksanaan pengecheckan sifat properties & karakteristik produk seperti pengukuran dimensinya, kekuatan material &  komposisinya.
    • Inspeksi (Pemeriksaan) adalah pelaksanaan penilaian apakah produk dapat diterima atau tidak dengan membandingkannya terhadap Standard Penilaian. Inspeksi merupakan bagian penting dari Quality Control.
  7. Proses Finishing

    Proses finishing dalam fabrikai lakukan untuk proses pembersihan material baja dari sisa proses fabrikasi, seperti : bekas pinggiran kasar dari proses cutting (pemotongan), drilling yang masih tajam, bekas pengelasan, bekas alat bantu (jig) yang digunakan saat fitting. Proses finishing biasanya dilakukan dengan menggunakan gerindra mesin, dan proses ini dilakukan sebelum proses painting (pengecatan) di kerjakan.

Beberapa pekerjaan yang pernah kami tangani adalah fabrikasi struktur baja gudang, workshop, bandara, overhead crane, gantry crane, pipe rack, jembatan rangka, dll. Proses fabrikasi dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman sehingga dapat meminimalisir kesalahan fabrikasi yang mengakibatkan repair atau rework.

Kami berkomitmen untuk menyediakan jasa fabrikasi baja dengan mutu dan kualitas yang bagus, serta mendukung keperluan client kami agar proyek dapat dilaksanakan dengan minim hambatan.

Beberapa supply diluar jasa fabrikasi ialah keperluan dokumen Engineering, Dokumentasi, Berita Acara, FAT (Factory Acceptance Test), NDT/NDE. jika dirasa diperlukan untuk proyek yang sedang berjalan.

Kepercayaan client adalah motivasi bagi tim untuk dapat menyelesaikan proyek dengan baik.

Supply diluar Jasa Fabrikasi

  • Desain 3D Render (SketchUP, V-ray, Photoshop)
  • Perhitungan perkuatan (SAP, Staad Pro)
  • Detailling / General Arrangement, Shop Drawing, Erection Drawing, Bill Of Material (Tekla Structure, AutoCAD)
  • MDR / Manufacturing Data Record, NDT/NDE
Chat Kami
Terima Kasih,
Telah berkunjung di mfaisal.id
Ada yang bisa kami bantu, Silakan Chat kami disini ?